RIHLAH

Perjalanan yang menyenangkan bagi yang menikmati dan juga menjenuhkan bagi yang terkendala dengan pusing karena naik kendaraan yang cukup lama memakan waktu hingga 1/2 jam s/d 1 jam. Hem….setelah menunggu 1 jam lebih ditempat yang telah dijanjikan yaitu di Masjid TPQ Baitul Musyahadah pukul 08.00 WIB kita berangkat rihlah ke Pasir Putih. Akhirnya jam 09.25 baru berangkat dengan 2 mobil.

Ustad-ustadzah, 2 mobil yang berjalan beriringan serta dikawal dengan 6 honda ustad-ustad yang naik kendaraan roda dua, dengan Bismillah kita berangkat ke Pasir Putih. Alhamdulillah pukul 10 kurang 5 kita telah sampai ditujuan. Setelah beristirahat sejenak sambil sebagian dari ustad/ustadzah menggelar tikar di bibir pantai yang biru dengan iringan musik ombak pagi. pantai yang indah yang penuh dengan pesona tersendiri bagi para pengagumnya. sungguh besar kuasa-Mu ya Rabb… maha besar Engkau dengan segala kekuasaan-Mu. Allahu akbar.

Setelah persiapan dirasa memadai dengan lesehan tikar yang dibawa, ustad-ustadzah berhimpun dan memulai acara Ceremony. MC (Master of Ceremony) langsung oleh Koor Bakat Minat (Ust. Zanzibar) dengan mukhadimah yang memukau dan suara lantangnya seolah tak mau kalah dengan besar suara ombak laut. Pembacaan Ayat Alquran sebagai langkah awal penyejukan hati dilantunkan oleh Ust. Maulidan. Dilanjutkan dengan laporan KETUPAT (Ketua Panitia) oleh Ust. Hanifar, dengan gaya dan sosok kepribadian yang kalem KETUPAT menyampaikan ucapan terimakasih kepada para panitia yang telah mempersiapkan araca dan terimakasih kepada ustad-ustadzah yang telah memenuhi undangan. beluai juga menyampaikan rihlah ini jarang-jarang dilakukan bahkan terakhir kali diadakan kata KETUPAT tahun 2008 dan sekarang baru diadakan lagi tahun 2012 tanggal 23 Desember 2012. hitung saja berapa tahun kita harus mempersiapkan rihlah ini untuk bisa terlaksana.

Hem….selanjutnya (kata MC), Petuah nasehat atau apalah namanya oleh Ust. Rahmat Hdy (Direktur TPQ-BM) dalam untaian katanya sang Pemimpin rupanya berduka di acara senang-senang ini, apa yang menjadi dukanya adalah ketidak konsistenan ustad dan ustadzah dalam hal menepati waktu tidak sesuai dengan yang telah dijadwalkan, ketidak ikut sertaannya para ustad-ustadzah sebagaian besar dengan berbagai kendala dan kondisi masing-masing ustad-ustadzah. Namun begitu sang Pemimpin juga harus legowo alias berbesar hati dengan kehadiran ustad-ustadzah yang ada dihadapan saat ini. Direktur juga menyampaikan agenda acara yang telah dikemas untuk acara rihlah yang sebagian tidak tercover karena molornya waktu. namun sekali lagi direktur memberikan apresiasi yang tinggi kepada ustad-ustadzah yang loyal terhadap kegiatan-kegiatan TPQ-BM. Ustad-ustadzah Allah akan memberikan kemudahan kepada kita jika niat dan ketulusan hati kita hanya ingin mendapatkan ridho dari Allah. Tetapi jika niat tak pernah ada maka kesempatanpun tidak pernah hinggap dalam kehidupan kita. Allah maha tahu apa yang apa yang tersirat dan yang tersurat pada setiap hambanya dan Allah juga maha Mengetahui apa yang kita perbuat dan kita lakukan, maka ingatlah Allah akan memberikan ganjaran pada setiap langkah kita.

kegiatan ini bukan milik Direktur, kegiatan ini juga bukan milik TIM Pengurus TPQ, juga bukan milik perorangan ustad-atau ustadzah, ini kegiatan milik kita bersama, jika bukan kita yang menghadiri maka siapa lagi yang akan memajukan dan meneruskan perjuangan warisan keagaamaan ini. Mari kita bergenggam jemari dengan ukhuwah islamiyah dengan satu landasan aqidah yang sama. (hem…udah ah panjang banget ne…). salam sukses n selamat berjuang ustad-ustadzah yang selalu GIGIH DAN SEMANGAT TANPA PAMRIH.

Selanjutnya (kata MC) Tausyiah dari Almukharam Syekh Ust. Mubasirullah, Lc.

untuk menggambarkan ustad ini bagaimana ya..hem…semua ustad-ustadzah tidak ada yang tidak kenal beliau, seorang yang periang dan sangat mencintai kehidupan TPQ-BM sepertinya TPQ sudah mendarah daging dalam dirinya menjadia bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan beliau, meskipun kesibukan dan tanggung jawab keluarga berada dipundaknya tapi, tidak ada kata lelah bagi seorang muslim dan pejuang dakwah, dalam sela-sela ceramahnya keras dan lantang (karena takut kalah sama suara ombak pantai), istirahatnya seorang muslim itu berpindahnya dari 1 pekerjaan ke pekerjaan lain. Jadi bukan tidur, atau menonton ustad-ustadzah.. ingat ustad/zah jangan biarkan waktu kosong, waktu luang menghampiri kita dengan tanpa kesibukan karena itu memberikan peluang kepada syaithon untuk membisikkan peluang-peluang maksiat atau yang paling kecil melalaikan kita dari waktu. Sesekali sang Ustad muda ini mengelus jenggot panjangnya.. lalu berkata kembali dengan nada tetap tinggi (karena……) dalam Alquran Allah juga menyuruh kepada kita untuk menelusuri bumi ini dalam arti rihlah jadi rihlah bukan tidak ada, bahkan Allah mengatakan jika kamu bepergian ke Masjid Al-aqsa dan Makkah maka persiapkanlah barang-barangmu bahkan rohaniah kita juga jasmaniah kita dan tauhid kita. Maka jika tidak ada persiapan janganlah berpergian ke tempat ini. Allah juga menyuruh kita mentadaburi, belajar dari alam disekeliling kita yang telah Allah ciptakan untuk kita semua, karena dari seluruh ciptaannya tidak ada yang tidak bermanfaat buat umat manusia bahkan semut sekalipun atau bahkan nyamuk bahkan bioplangton, semua Allah ciptakan bukan tanpa maksud semuanya telah Allah tata rapi dan berkesinambungan. Maka kitalah sebagai umat manusia yang beriman dan mau berpikir tentang smua ciptaan Allah bahwa smua itu ada manfaatnya bagi kehidupan.¬†kembali sang ustad dengan senyum khasnya,…mengelus janggut hitam dan lebatnya…

Akhirnya Ceremony berakhir dengan pesan terakhir sang ustad melanjutkan dan mengulangi pesan Direktur TPQ untuk menjaga lingkungan dan menjaga pergaulan karena kita mendapatkan amanah sebagai seorang ustad atau ustadzah maka jagalah itu. Karena semuanya akan diminta pertanggung jawaban kelak.

Owkeh…….kata sang MC yang ga bisa duduk dari mulai acara hingga akhir tak duduk-duduk, dengan gaya Full Action….